Ia menangis, tapi langit terlalu tinggi untuk peduli
Langit sibuk menyusun rencana tuk menata citra diri
Barangkali jeritan, tangisan, kekecewaan, amarah, kesedihan, kesulitan
hanya berakhir sebagai suara yang gugur sebelum tiba
Barangkali semua itu hanya desau yang lewat di telinga kekuasaan tanpa pernah dianggap suara
Ia menangis mengenakan celana yang sama
yang makin hari makin sempit oleh usia
Diam-diam mengingatkannya, betapa waktu tak pernah benar-benar ramah
sementara langit, tampak semakin sesak oleh hal-hal yang tak pernah menjadi miliknya
Barangkali untuk diakui sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” tapi tidak,
barangkali itu hanya nyanyian penghiburan
Barangkali kata “pahlawan” sengaja dibiarkan indah agar tak ada yang merasa perlu membayar harga dari pengabdian.
Barangkali sebutan mulia itu hanya cara halus untuk membuat ketidakadilan terdengar sopan
Kuningan, 27 Januari 2026